Saat kau menganggap sesuatu itu ada,

yang nyatanya tidak…

dan saat orang berpikir kau gila,

namun kau pikir sebaliknya…

Apa yang terjadi?

Itulah dunia ini yang penuh paradox.

Dimana dalam perspektif yang sempit

kita berusaha mencari arti.

Berangkat dari keterbatasan tersebut

diperlukan ruang yang tidak terbatas.

Ruang tersebut penuh dengan privasi

dimana semuanya mungkin terjadi.

Kenapa tidak?

Semuanya ternyata memang mungkin terjadi.

Ayo, gunakan imajinasimu…

Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Berhenti Mencintaimu

Seharusnya aku pergi saat kau tolak aku..
Seharusnya ku tidak di sini lagi
menanti ucap cinta... itu takkan mungkin..
Aku bertahan di sini biar kau terbiasa dekat denganku..
Biar kau rasa cintaku.. Biar kau tahu arti hadirku..
Aku takut patah hati, aku takut jauh darimu..
Melupakanmu, membunuh cintaku!
Tahukah kamu perkataanmu melukai dinding hatiku?
Berteman itu indah.. Dan hatiku takkan setuju!
Yang aku ingin bukan hanya menatapmu, mendengar ceritamu...
Aku ingin menangis bersamamu.. ketawa denganmu..
Berbagi hati selamanya..
Beri aku kejelasan.. apa artinya selama ini?
Kau beri aku pujian, buat ku tinggi..
Kau beri harapan sepertinya indah..
Namun kenyataannya tak semanis inginku..
Salahku terlanjur ingin semua yang ada di dirimu..
Salahku terlalu berkhayal indah tentangmu..
Sebelum cinta ini hina.. semampunya ku harus rela..
Berhenti merindukanmu.. Dan membunuh rasa ini..
Mohon ajarkan aku cara melupakanmu..
Agar aku tetap kuat tanpa bayangmu..
Mohon jangan datang lagi di kehidupanku..
Bukan ku membenci.. Tapi aku telah tersakiti olehmu..
Belajar berhenti mencintaimu..

Kau yang Selalu

kau yang selalu menantiku disenja hari,,,
kau yang selalu menantiku disepanjang koridor dermaga cintamu,,
kau yang selalu menantiku disepanjang jalan kenangan….
dan sepanjang waktu,
mampukah ku hapus semua kenangan indah bersama dalam kisah cinta kita???
mampukah ku halau debar debar halus dihati ini???
dan apakah aku mampu menutup tabir asmara kita???,,,
rasanya aku tak mampu karena kenangan indah sepanjang perjalanan cinta
diantara kita terlalu indah dan terkesan,
percayalah aku akan selalu setia dalam jiwa damaimu….

Selembar Surat untuk mu

Ku coba sampaikan gemuruh jiwa..
Yang tertumpah dalam ukiran pena..
Kerinduan itu berbisik menyambut angan..
Dalam hembusan nafas penantian... .

Ku gores sebuah arti cinta...
Pada tinta berpeluh rindu
Penantian berderai air mata...
Adakah kau rasakan qalbu?

Aku sadar....
Aku hanya debu yg singgah di hatimu...
Yang kemudian terhembus hilang...
Menghilang tak pernah kembali...

Ku torehkan tinta cinta...
Pada batas cinta di diri..
Sesungguhnya aku lelah..
Pada rindu yg membelenggu. ..

Kau adalah ...

Kau adalah Berlian yang tak mampu ku beli
Kau adalah Bunga yang tak mampu ku petik
Kau adalah Nafas yang tak dapat ku rasa
Kau adalah Hidayah yang tak dapat ku mengerti
Kau adalah Kupu2 yang tak mungkin ku sentuh
Kau adalah Matahari yang tak mungkin menghangatkan ku
Kau adalah Cahaya yang tak bisa bersinar untuk ku
kau pun Bintang yang tak bisa ku raih
Kau adalah Wanita yang tak dapat ku miliki...

Adakah

jangan sampai aku melihat air di matamu
hanya boleh ada senyum yang menghiasi bibirmu.

adakah bintang di binar matamu,
adakah pelangi di sudut bibirmu
dan jangan pernah kamu mengucapkan kata-kata
untuk berpisah karna aku tak ingin hidup tanpamu...

Yang ku Mau

Rindu ini Sudah Nggak bisa terbendung lagi….
Sampai2 banjir terjadi dimana2….
Hati ini seakan membara bagaikan pemasan global…
Akibat Rasa rindu yang berefek bagaikan rumah kaca….
Jangan biarkan hati ini hancur seperti gunung es dikutub utara…
Jangan kau buang rasa sayangmu ke udara seperti emisi Karbondioksida….

Cinta yang Berduka

Cinta adalah kesegaran dan keharuman bunga yang dikirim Tuhan untuk membuat dunia tersenyum

Parasnya laksana embun menyambut pagi , dan mengilhami bunga untuk menebarkan keharuman dimusim semi, mengilhami kumbang untuk meresapi tentang keindahan sari .

Dengan segala kecantikan dan pesona hati yang begitu sempurna, semua orang akan menilai ia adalah gadis paling beruntung, hidupnya dipenuhi oleh kesenangan dan kegembiraan.

Namun siapakah yang menyangka bila duka dan derita telah memenjarakan gadis tersebut?….

Siapakah yang bakal mengira bahwa jiwanya telah terangkat lalu terbang dari tubuhnya- untuk mencari keagungan cinta…Tiada seorangpun tahu tentang duka hati yang membaluti jiwanya…tiada seorangpun tahu tentang ratap tangis dan rintihan kalbunya dikeremangan malam…

Dibalik cahaya bintang dan bulan aku melihat jasadmu terkulai laksana merpati yang patah sayapnya, engkau memanggil-manggil pasangan jiwamu, yang juga terkapar dalam sayap kerinduan…

Memang pesona kecantikan yang dia miliki dapat menyembunyikan kesedihan hati akan penyakit cinta, tapi bukanlah obat sesungguhnya dari penyakit itu…Obat itu sesungguhnya ada pada orang yang telah mencuri hatinya… orang yang selalu dikenang ketika siang dan menjelma mimpi dikala malam.

Tiada seorangpun yang dapat mengerti dan memahami kesedihan hatinya begitu pula keluarga dekatnya , belahan jiwanyapun menjalani nasib yang sama , seorang diri ia mengelana ditengah hutan dan lautan perasaan.

Bahkan cinta merasakan penderitaan yang ia rasakan lebih perih dari pasangan jiwanya, Ia (si- belahan jiwa) terbebas dari aturan dan adat istiadat untuk menjaga martabat keluarga.

Tetapi cinta? Bintang itu harus tersenyum pada sekelilingnya agar tidak dicap angkuh, semua yang ia perbuat berjalan beriringan dengan ukuran harga diri, semua yang ia lakukan harus sesuai dengan tuntutan masyarakatnya, demi martabat keluarganya.

Tidaklah mungkin seorang putri raja keluar dari istananya, dimana setiap pasang mata selalu mengawasinya; hasrat hatinya terpendam untuk berjumpa dengan seorang pemuda yang tinggal di sebuah desa terpencil yang telah mencuri hatinya- desa yang belum pernah ia kunjungi sekalipun dalam mimpi…

Itulah tatanan dunia dan akupun memakluminya….

Ia harus terus tersenyum walau hatinya menangis, gemerlap dunia telah memaksanya untuk memakai topeng-topeng kepalsuan.

Kumohon padamu cinta…hentikan airmatamu, lepaskan segala gundahmu….

Aku mendengar rintihan jiwamu, aku mendengar resahmu , kucoba untuk menjawab setiap pertanyaan batinmu…kemarilah cintaku bersandarlah dibayang bahuku, yakinlah bahwa aku akan ada disetiap bayang…Ulurkanlah sayap patahmu, kan kugapai dan kusembuhkan dengan kepakkan syair jiwaku.

Aku akan mengawalmu dari pencela-pencelamu….Bunga-bunga boleh saja layu, tapi ku kan menjaga agar cahaya bunga itu slalu merekah ditaman hati, lalu menjelma menjadi cahaya bintang yang mengisi kesunyian malam

Duhai cintaku berjanjilah dihadapan langit dan bintang…sekalipun kita takkan bersatu, namun jiwa kita kekal dalam keabadian cinta.

Tersenyumlah bersama mentari, sampaikan salam kerinduanmu padaku-melalui desiran angin dan kicauan burung-burung diangkasa serukanlah segala impian indahmu…

Ketika ku mendengarnya, aku kan rentangkan sayapku, lalu kujemput jiwamu yang memanggil jiwaku, bersama kita berdua dalam rengkuhan sayap-sayap ilahi , menuju cahaya kebadian….

Kisah Cintaku

Apalah arti kekayaan jika cinta yang menyebabkan aku merindu tak kumiliki.

Apalah Arti Istana yang megah, bila tak ada tempat untuk jiwaku untuk berteduh dan bersandar

Untuk apa dikelilingi putri-putri raja, bila cinta yang telah ku rasakan telah memenjarakan hatiku, dan telah membutakan mataku atas segala keindahannya.

Engkaulah kekasih yang menjadi inspirasi dan penghias mimpi malamku…Aura wujudmu benar-benar mempesona, jikalau matahari tak terbit , cukuplah wajahmu yang menggantikan sinarnya. Bila rembulan enggan datang dimalam hari, kelembutanmu sudah cukup untuk merebahkan bumi dipangkuan indahmu.

Engkau adalah ilham bagiku untuk memetik dawai gitar, menjalin syair cinta nan indah hingga menjadi doa-doa akan harapan dan anugerah.

Pesona wajahmu bagai pusaran angin taufan yang bisa menghisap semua benda yang tertanam dibumi. Andaikata seorang pemuda tidak mampu menatap wajahmu , maka mendengar namamu saja sudah cukup untuk mengembalikan gairahnya yang hilang…

Dalam setiap lamunan aku meyakinkan diri , kekasih yang kudamba dapat menghadirkan senyum kebahagiaan dalam hatiku, menanggalkan kesedihan yang selalu membayang ,menjadi cahaya kehidupan serta pelipur lara bagi jiwaku.

Laksana kaum pencinta , airmataku yang bening dan jernih menetes karena merindukan kasih yang tak kunjung datang…

Dan kulihat disana -disaat dirimu pergi, kumbang-kumbang pasti menemani , seolah ingin memungut sisa-sisa pesonamu , mereka berlomba-lomba menarik perhatian sang bunga, diantara mereka ada yang berusaha memenangkan cinta dalam penyamaran adapula berterus-terang dalam “ketelanjangan”… mereka hendak berusaha menawan hati bunga nirwana itu.

Sejak pertama kali aku melihat pancaran cahaya keindahan itu, jiwaku langsung bergetar…Kurasakan keharuman cinta telah menghancurkan ketenangan jiwaku…tiada yang melintas dalam anganku selain keindahan mata cinta dan tiada suara yang lebih merdu daripada suara cinta…

Saat menatap wajahmu , seolah ribuan kata ingin keluar dari bibirku, namun apalah daya bibir tak mampu mampu bergerak untuk melukiskan keagungan cinta. Nyala api asmara dalam hatiku semakin lama semakin berkobar, kebiasaanku kini hanya melamun dan merangkai syair yang menceritakan segala tentangmu…

Duhai kekasih….disaat cinta telah mengakar didalam jiwa, serta dari waktu ke waktu cinta itu telah tumbuh subur dikedalaman hati, kuingin rasa itu hanya kita yang tahu…tahukah engkau kekasih, tidak ada obat yang mujarab mengobati luka bila tertusuk duri asmara…maka hargailah dia yang mengasihimu dan diriku yang mencintaimu .

Duhai kekasih hati, dirimu telah kuikat sebagai tawanan cinta diseberang lautan, dimana tiada suatu wujudpun yang dapat menyembunyikan dirimu dari jiwaku…

Melalui pancaran mata, jiwa kita seolah menyatakan tidak ingin berpisah , Engkaulah pasangan bagi jiwaku, ruh yang kekal dan abadi…bila panah cinta telah menghujam hati dan jantung- disana engkau akan mendengar suara bathin kita melantunkan bait-bait cinta yang dihiasi oleh senyum dan tangis rindu….

Disaat jiwa kita merasa malu-malu menggapai cinta, lidah terasa kelu,dan tiada kata yang terucap dari bibir, disitulah cinta memandang dari kedalaman jiwa, ..disaat kita saling menatap, maka sabda jiwa kita -tak mampu menyembunyikan cinta dari hati.

Dalam cinta keindahan menyimpan kepahitan, dan dalam setiap kegetiran terdapat selubung kebahagiaan.

Rasa dimana kita tak dapat membedakan lagi antara siang dan malam, seolah kita berada dalam taman surgawi yang terbebas dari ruang dan waktu…

Bagi dirinya- diriku adalah pantulan jiwanya ,adakah yang dapat diperbuat dari seorang gadis yang telah ditawan api cinta yang hatinya telah tercuri,selain ingin bertemu dengan si-pencuri hati. Yang Syair-syairnya bernyanyi laksana kidung surgawi dan berbisik kedalam telinganya bagai hembusan angin nan lembut , yang membuatnya terhanyut dalam simponi kerinduan atau laksana gelombang laut yang menghanyutkan bahtera jiwanya didalam lautan perasaannya yang tak bertepi dan berdasar..

Wahai kekasih hati, berjanjilah dengan keagungan cinta agar sayapmu dapat terbang bebas dan melayang bersama ketulusan cinta, walau banyak racun yang harus kita teguk …

Atas nama cinta , racun yang pahit pun terasa manis….

Bertahanlah kekasihku, dunia diciptakan untuk kaum pencinta…Dunia ada karena cinta….cinta adalah pembebas dari segala belenggu…dan jiwa pencinta akan memberi kehidupan baru bagi kehidupan yang lain.

Itulah hakekat dan kisah cintaku kekasih, kuceritakan segala isi hati dan tak ada yang kusembunyikan….agar engkau tahu, pintu-pintu hatiku selalu terbuka untukmu… diujung rindu dan harap-aku selalu menanti kehadiranmu…dan aku yakin semilir angin akan mengabarkan dan membisikkan semua ini kepadamu.Yang menceritakan segala hal tentangmu dan tentangku…


sumber: http://www.untuksemua.com/community/

23 Hari

23 hari…
Yang tahu bukan aku sendiri
Disana, disini, di seluruh pelosok bumi
Tapi tak semua mereka peduli
Mungkin mereka telah buta dan tuli
Atau kebebasan dan nurani mereka terkunci
Berarti itu sama saja dengan mati
23 hari…
Pembantaian berlansung ngeri
Serangan udara, darat, dan laut menghujani
Ribuan syuhada gugur sebagai saksi
Gaza merintih tak tertangisi
Kesatuan umat dipertanyai
23 hari…
Saat keadilan dikebiri
Gaza berusaha bertahan sendiri
Tanpa bantuan sahabat yang tak tahu diri
Tapi memang bukan itu yang dicari
Pertolongan dan janji Allah lebih terbukti

Semedi di Rahim Ibu

-untuk ibu pertiwi yang air matanya
tak henti menjadi doa-

Telah lama tak kudidihkan jantung ini
untuk sekedar menghafal warna darahku.
Di sini tahun-tahun begitu sakit untuk dibaca,
sesakit tanah airku yang terus digadai air mata.
Dari detik-detik yang kutelan kemarin,
ingatanku meleleh bersama gelisah para pedagang
yang perlahan keringatnya disadap konversi minyak ke gas,
kucium kota-kota tak lagi perawan, di saat deretan mall
dibangun khusuk bersama bising knalpot.
Kulukis ijrail di ruang ini, sambil menghafal banjir yang mengalir
dari mata ibuku. Untuk kesekian kalinya,
kusaksikan orang-orang kian menyusu di trotoar,
ketika kampung halaman ditinggal bukit dan sawah.

Inilah negeriku, negeri yang pasrah air tanahnya disedot kapitalis.
Melulu BBM kita ditipu, melulu pendidikan dijarah komoditi,
melulu reformasi ini dicetak realita dengan arti "repot makan nasi".
Lalu tiba-tiba nadiku merambat ke rahim ibu,
menyaksikan doa-doa kelu yang kian disebrangkan globalisasi.
Mengapa harus kutunggu masa depan negeri ini karam,
saat air mata kita adalah sekoci yang siap dilayarkan harapan.
Mungkin masih tersisa sebiru catatan di hatiku,
tentang nilai kesederhanaan yang memuai ke pagi ini,
di mana kesejukannya mengabadi bersama puisi.

Seuntai Kata Untukmu

Pada sejumput kata ,

kutitipkan rindu untukmu

walau pilu tak lagi memburaikan air mata

dan resah tak lagi menyesakkan dada .

Pada sejumput kata,

kutitipkan tanya padamu

adakah nanar dalam hidupmu kini ?

masih adakah dian dalam redupmu kini ?

masih adakah gelora dalam asamu kini ?

Hidup takkan bermakna tanpa drama

seperti halnya puisi tanpa kata kata

ataupun bilangan tanpa angka angka

atau bahkan panorama tanpa warna

hitam,… putih,…

hijau,… kuning,…

biru,… ataupun ungu jalan hidupmu

tak usah diratapi

karena tidak ada sesuatupun yang pasti

terangkan redupmu,

gelorakan asamu ……

Pada sejumput kata,

kutitipkan bunga untukmu

KESAKSIAN



Aku mendengar suara, jerit makhluk terluka
luka, luka hidupnya, luka

orang memanah rembulan, burung sirna sarangnya
sirna, sirna, hidup redup

alam semesta, luka

banyak orang, hilang nafkahnya
aku bernyanyi, menjadi saksi

banyak orang, dirampas haknya
aku bernyanyi, menjadi saksi

mereka dihinakan tanpa daya
ya, tanpa daya

terbiasa hidup, sangsi

orang-orang harus dibangunkan
aku bernyanyi, menjadi saksi

kenyataan harus dikabarkan
aku bernyanyi menjadi saksi

lagu ini jeritan jiwa
hidup bersama harus dijaga

lagu ini harapan sukma
hidup yang layak harus dibela

Saat Bertemu

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.
Karena seumur hidup manusia, teman sejati (sahabat) tak mudah ditemukan.

Saat bertemu penolongmu,
Ingat untuk berterima kasih padanya.
Karena ialah yang membantu mengubah hidupmu

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai,
Tersenyumlah dengan wajar .
Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang cinta

Saat bertemu orang yang pernah kau benci,
Sapalah dengan tersenyum.
Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, Baik-baiklah berbincanglah dengannya.
Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu,
Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu.
Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu,
Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya.
Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan

Dan Saat engkau bertemu seseorang yang saat ini menemanimu seumur hidup (suami / istri) kita,
Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.
Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati yang kau cari.

Aku Sahabatmu

Aku bukanlah sahabat yang menepati segala cirimu,
aku bukanlah sahabat yang mendengar dengan pasti,
aku bukanlah sahabat yang mengulurkan tangan padamu setiap waktu,
aku bukanlah sahabat yang menyinari setiap hari-hari gelapmu..

Tetapi walau dimana kau berada..
Jauh di mata dekat di hati..
setiap saat setiap detik..
Di kala senang di kala sedih..
Walau bertahun masa berlalu..
Walau di mana aku berada dan di mana aku berdiri..

Engkau akan senantiasa ku ingati,
dalam doaku..