Saat kau menganggap sesuatu itu ada,

yang nyatanya tidak…

dan saat orang berpikir kau gila,

namun kau pikir sebaliknya…

Apa yang terjadi?

Itulah dunia ini yang penuh paradox.

Dimana dalam perspektif yang sempit

kita berusaha mencari arti.

Berangkat dari keterbatasan tersebut

diperlukan ruang yang tidak terbatas.

Ruang tersebut penuh dengan privasi

dimana semuanya mungkin terjadi.

Kenapa tidak?

Semuanya ternyata memang mungkin terjadi.

Ayo, gunakan imajinasimu…

Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Yaa Ramadlan

di malam hening
termenung...
dalam rengkuhan nista
kian larut makin menusuk

mungkinkah kan henti
dusta gantikan bijak
tuk sesali yang kelabu
saat enggan sebut namaMu

kini tersudut di pojok
tersandar di tembok rapuh
harus…harus…harus…
walau paksa tuk pilih
arah hidup yang hakiki
dalam restu Illahi

Marhaban Yaa Ramadlan 

Kekasih Sejati vs Kekasih Standard

Kekasih standard selalu ingat senyum diwajahmu
Kekasih sejati juga mengingat wajahmu waktu sedih

Kekasih standard akan membawamu makan makanan yang
enak-enak
Kekasih sejati akan mempersiapkan makanan yang
kamu suka

Kekasih standard setiap detik selalu menunggu
telpon dari kamu
Kekasih sejati setiap detik selalu teringat ingin
menelponmu

Kekasih standard selalu mendoakan mu kebahagiaan
Kekasih sejati selalu berusaha memberimu kebahagiaan

Kekasih standard mengharapkan kamu berubah demi dia
Kekasih sejati mengharapkan dia bisa berubah untuk
kamu

Kekasih standard paling sebal kamu menelpon waktu
dia tidur
Kekasih sejati akan menanyakan kenapa sekarang
kamu baru telpon?

Kekasih standard akan mencarimu untuk membahas
kesulitanmu
Kekasih sejati akan mencarimu untuk memecahkan
kesulitanmu

Kekasih standard selalu bertanya mengapa kamu
selalu membuatnya sedih?
Kekasih sejati akan selalu mananyakan diri sendiri
mengapa membuat kamu sedih?

Kekasih standard selalu memikirkan penyebab perpisahan
Kekasih sejati memecahkan penyebab perpisahan

Kekasih standard bisa melihat semua yang telah dia
korbankan untukmu
Kekasih sejati bisa melihat semua yang telah kamu
korbankan untuknya

Kekasih standard berpikir bahwa pertengkaran
adalah akhir dari segalanya
Kekasih sejati berpikir, jika tidak pernah
bertengkar tidak bisa disebut cinta sejati

Kekasih standard selalu ingin kamu disampingnya
menemaninya selamanya
Kekasih sejati selalu berharap selamanya bisa
disampingmu menemanimu

kekasih standard selalu berusaha menjanjikanmu
yang selama ini kau impikan
kekasih sejati akan berhati-hati dalam berjanji
karena dia tidak ingin kau kecewa

kekasih standard akan membahas semuanya denganmu
kekasih sejati tidak ingin kau memikirkan
apa-apa,dia sudah menyiapkan semuanya untukmu

kekasih standard akan merindukanmu ketika kau jauh
kekasih sejati akan tetap merindukanmu bahkan
ketika kau didekatnya

Perdamaian, Cinta, dan Harmoni, Kekuatan Perekat Manusia

Perdamaian, cinta, dan harmoni (Peace, Love, Harmony) seharusnya menjadi kekuatan perekat di antara jiwa-jiwa manusia pada peradaban dunia yang akan datang. Hubungan antar manusia yang dilandasi kedamaian hati, niscaya akan mempersatukan dunia ini dalam kedamaian pula.

“Saya yakin dunia akan menjadi jauh lebih baik, apabila peradaban dunia dibangun atas landasan kasih dan perdamaian,” kata Anand Krishna, pendiri Yayasan Anand Ashram, usai perayaan HUT ke-19 Yayasan Anand Ashram di Padepokan One Earth One Sky One Humankind di Ciawi-Bogor.



Perayaan yang dihadiri perwakilan dari Amerika Serikat dan India, serta beberapa undangan dari Belanda, Puerto Rico, dan Jepang sangat meriah dilaksanakan. Tak kurang dari 400 undangan dari berbagai profesi, agama, suku, dan bangsa ini ikut larut dalam suasana ceria. Para undangan dihibur sekaligus diajak merenung melalui tarian, lagu, dan role play atau drama singkat yang mengusung isu-isu aktual seputar pemanasan global, eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, dan konflik antar agama.

Sejak awal berdirinya pada tahun 1991 Yayasan Anand Ashram, dengan visi “One Earth One Sky One Humankind”, telah bertekad menyebarkan pesan perdamaian, cinta dan keharmonisan antar umat manusia, tidak hanya ke seluruh penjuru Indonesia, namun juga ke seluruh penjuru dunia.

"Melalui berbagai kegiatan Yayasan Anand Ashram dan sayap-sayap organisasinya, saat ini kami sedang berupaya memberdaya diri untuk mampu menjadi penghubung antar hati manusia dari berbagai bangsa,” kata Maya Safira Muchtar, ketua Yayasan Anand Ashram.

Maya Safira Muchtar bertekad ke depan Indonesia tak hanya dikenal sebagai negara yang memiliki keindahan panorama alam dan budayanya, tetapi juga dikenal sebagai negara yang mampu menjadi pembawa obor perdamaian ke seluruh dunia.

Salah satu wujud dari tekad tersebut, saat ini Yayasan Anand Ashram telah mengembangkan berbagai organisasi sayap untuk mendukung berbagai kegiatannya. Beberapa organisasi sayap Yayasan Anand Ashram tersebut antara lain National Integration Movement (NIM), Forum Kebangkitan Jiwa (FKJ), Yayasan Pendidikan Anand Krishna, Indonesian Youth Revolution, California Bali Friendship Association, Islamic Movement for Non-Violence, One Earth School, Padepokan One Earth One Sky One Humankind, Anand Krishna Global Cooperation, Tibet Indonesia Friendship Association, Brazil Indonesia Friendship Association, dan ForADokSi-BIP (Forum Pengajar, Dokter, dan Psikologi bagi Ibu Pertiwi).

H.E. Biren Nanda, Duta Besar dan Berkuasa Penuh India untuk Indonesia, dalam sambutannya berkata bahwa dalam kebudayaan India dikenal pepatah bijaksana: “Kita semua adalah satu keluarga”. Dan, menurut hasil penelitian sains terbaru saat ini memang telah ditemukan bahwa secara genetik manusia berasal dari “orang tua” yang sama. “Dan secara spiritual, sudah sejak lama diketahui, bahwa setiap manusia memang bersaudara; apa pun agama, suku, dan bangsanya. Karena itu perdamaian adalah pilihan yang rasional sekaligus spiritual bagi peradaban manusia saat ini,” tambahnya.

“Saya sangat terkesan dengan apa yang telah dilakukan oleh Yayasan Anand Ashram selama ini. Apa yang mereka perbuat merupakan hal yang sangat penting untuk mewujudkan perdamaian dunia dan keharmonisan antar umat beragama,” kata Scott Flipse, Direktur Program Asia Timur US Commission On International Religious Freedom.

Hal senada juga disampaikan oleh Saddiq Pablo, Sufi dari Puerto Rico, yang juga ikut hadir dalam perayaan HUT ke-19 Yayasan Anand Ashram. “Sungguh mengagumkan menyaksikan apa yang telah dilakukan oleh Yayasan Anand Ashram selama 19 tahun ini. Namun, yang lebih mengagumkan adalah keceriaan dan kedamaian yang saya lihat pada wajah-wajah aktivis spiritual di Yayasan Anand Ashram. Mereka benar-benar dapat menjadi pembawa obor perdamaian dunia saat ini,” tambah Pablo.


Makna Hidup

Penyesalan terbesar dalam hidup
ialah resiko yang kita tidak ambil.
Jika anda merasakan sesuatu itu akan membuatkan anda bahagia,
maka teruskan.
Ingatlah bahwa kita akan melalui semua ini hanya sekali,
mungkin tiada lagi peluang kedua.

Andai hidup puncak perpisahan,
biarlah mati menyambungnya semula.
Namun seandainya mati puncak perpisahan,
biarlah hidup ini membawa arti yang nyata.

Jiwa

Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui.
Mereka dipisahkan kerana alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi.
Namun jiwa tetap ada di tangan cinta…
Terus hidup…
Sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan.

Bener nggak ?

Semestinya kita benar-benar mampu membuat inovasi diluar kebiasaan;
melakukan manajemen waktu dan energi; kritis terhadap lingkungan;
tidak menyerah sebelum mencoba;
menerima kritik sebagai masukan bagi kesempurnaan karya;
tidak mudah puas diri;
dan mencoba untuk berkonsentrasi dalam mengerjakan segala hal.

Pemahaman Diri

Bagaikan sebuah timbangan,

beban derita dapat mempengaruhi keseimbangan kita ,

namun jangan menganggapnya semata sebagai beban,

melainkan upaya keras untuk mengenal pemahaman diri.

Putus Cinta

Semua yang biasanya indah dinikmati, kegiatan-kegiatan yang biasanya menggugah semangat dan membahagiakan, lagu-lagu yang biasanya enak didengar dan segenap aktivitas lain yang biasa-biasa aja semua jadi nyebelin gak enak dijalanin, serba salah, udah gitu berdiam lama-lama sambil ngerenungin sesuatu yang abstrak. Begitulah kurang lebihnya kejadian yang dialami oleh beberapa orang pada saat putus cinta. Mengapa perasaan gak enak seperti itu bisa ada ya?. Jawabannya akan sangat bervariasi jika kita tanyakan pada tiap orang yang pernah mengalami putus cinta. Namun sepertinya ada kesamaan warna pada jawaban-jawaban tersebut.

Mengapa kekecewaan kerap hadir pada orang yang tengah putus cinta?. Menurut saya, perasaan gak enak tersebut sangat wajar sekali bahkan merupakan indikasi seberapa besar pengharapan seseorang pada hubungan yang telah putus tersebut. Ekstrimnya, semakin besar kecewa yang dialami berarti semakin besar cintanya pada subjek / objek yang dicintainya.

Dalam konteks tulisan kali ini permasalahannya bukan pada besarnya rasa kecewa yang dialami namun pada sejauh mana seseorang mampu menyikapi situasi tersebut dengan sikap terbaik yang dapat dilakukan melalui proses perenungan yang tepat.

Apa saja sih yang perlu direnungi atau dianalisa ketika seseorang tengah mengalami putus cinta?. Banyak sekali yang perlu direnungi, kalau saya lebih suka menganalisanya dengan membuat kronologis terjalinnya hubungan, yaitu dari awal kenal sampai dengan peristiwa putus terjadi, setelah itu menganalisa setiap moment yang pernah terjalin. Selanjutnya penganalisaan mengenai motivasi, cara menjalani hubungan, proses pembentukan komitmen, kualitas diri, kualitas komunikasi, kejujuran dalam berekspresi, bersikap dan berkata dan keinginan untuk mau berkorban dan mau berubah ke arah yang lebih baik dan hal-hal yang tak nampak lainnya namun sangat fundamental dalam suatu hubungan. Dalam “hubungan cinta” ada hal-hal yang berpotensi menimbulkan konflik, ada hal-hal yang tidak bisa dikompromikan, ada hal-hal yang bisa dikompromikan dan ada hal-hal yang tidak perlu dikompromikan sama sekali. Diperlukan kejujuran pada diri sendiri saat merenung guna mengefektifkan proses perenungan. Momen putus cinta sebaiknya dijadikan momen terbaik untuk merenung, yaaaa bolehlah sedih sampai nangis tapi jangan lama-lama dan terlalu didramatisir karena putus cinta bukan akhir dari sebuah hubungan bahkan pada beberapa orang , peristiwa putus cinta malah merekatkan hubungan dalam bentuk / komitmen yang lain dan lebih bermakna, hubungan persaudaraan yang tulus dapat tercipta di antara orang yang telah putus cinta.

Berikut ini beberapa hal atau pertanyaan-pertanyaan yang menurut saya layak untuk dijadikan materi kontemplasi bagi orang yang tengah putus cinta, dengan harapan “sang perenung” dapat menjadi lebih bijak setelah putus cinta.

Apa sih motivasi awal Anda berkomitmen dengan mantan pasangan Anda?. Apa saja sih kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri Anda dan mantan pasangan Anda?. Apa saja sumber konflik yang kerap terjadi di antara Anda berdua?. Apakah sumber tersebut berkisar pada hal-hal yang memang tidak dapat dikompromikan, atau hal-hal yang sebenarnya masih dapat dikompromikan?. Apakah Anda telah jujur dalam bersikap dan bertutur?. Sudahkah Anda mengerapkan segenap potensi Anda untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam mencapai titik maksimal yang dapat Anda raih sesuai dengan segenap potensi yang ada untuk diri Anda sendiri dan untuk pasangan Anda?. Terakhir dan terpenting adalah, sudahkah Anda tulus dalam mencintai pasangan Anda dan ingin menghantarkannya pada kualitas hidup yang baik bagi kehidupan saat ini dan kehidupan setelah dunia ini?.

Demikian semoga bermanfaat. Saya tidak ingin melihat seseorang sedih kala putus cinta, saya ingin ucapkan pada orang yang tengah putus cinta, “SELAMAT PUTUS CINTA, Anda tengah memasuki zona yang dapat membawa Anda pada tingkat kebijaksanaan yang lebih tinggi jika Anda mampu merenunginya dengan baik dan tepat”

[Hikmah Maulid Nabi] Mengenang Akhlak Nabi Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam

oleh Ustadz KH. Nadirsyah Hosen

A'uudzu billahi minasy syaithanirrajiim Bismillahirrahmanirrahim Allahumma salli 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala aalihi wa sahbihi wasallim

Setelah Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam wafat, seketika itu pula kota Madinah bising dengan tangisan ummat Islam; antara percaya - tidak percaya, Rasul Yang Mulia telah meninggalkan para sahabat. Beberapa waktu kemudian, seorang arab badui menemui Umar dan dia meminta, "Ceritakan padaku akhlak Muhammad!". Umar menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui tersebut menemui Bilal. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yg sama, Bilal pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib.

Orang Badui ini mulai heran. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi.

Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad Orang Badui ini mulai heran. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi. Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam. Dengan berharap-harap cemas, Badui ini menemui Ali. Ali dengan linangan air mata berkata, "Ceritakan padaku keindahan dunia ini!." Badui ini menjawab, "Bagaimana mungkin aku dapat menceritakan segala keindahan dunia ini...." Ali menjawab, "Engkau tak sanggup menceritakan keindahan dunia padahal Allah telah berfirman bahwa sungguh dunia ini kecil dan hanyalah senda gurau belaka, lalu bagaimana aku dapat melukiskan akhlak Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam, sedangkan Allah telah berfirman bahwa sungguh Muhammad memiliki budi pekerti yang agung! (QS. Al-Qalam[68]: 4)"

Badui ini lalu menemui Siti Aisyah r.a. Isteri Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam yang sering disapa "Khumairah" oleh Nabi ini hanya menjawab, khuluquhu al-Qur'an (Akhlaknya Muhammad itu Al-Qur'an). Seakan-akan Aisyah ingin mengatakan bahwa Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam itu bagaikan Al-Qur'an berjalan. Badui ini tidak puas, bagaimana bisa ia segera menangkap akhlak Nabi kalau ia harus melihat ke seluruh kandungan Qur'an. Aisyah akhirnya menyarankan Badui ini untuk membaca dan menyimak QS Al-Mu'minun [23]: 1-11.

Bagi para sahabat, masing-masing memiliki kesan tersendiri dari pergaulannya dengan Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam. Kalau mereka diminta menjelaskan seluruh akhlak Nabi, linangan air mata-lah jawabannya, karena mereka terkenang akan junjungan mereka. Paling-paling mereka hanya mampu menceritakan satu fragmen yang paling indah dan berkesan dalam interaksi mereka dengan Nabi terakhir ini.

Mari kita kembali ke Aisyah. Ketika ditanya, bagaimana perilaku Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam, Aisyah hanya menjawab, "Ah semua perilakunya indah." Ketika didesak lagi, Aisyah baru bercerita saat terindah baginya, sebagai seorang isteri. "Ketika aku sudah berada di tempat tidur dan kami sudah masuk dalam selimut, dan kulit kami sudah bersentuhan, suamiku berkata, 'Ya Aisyah, izinkan aku untuk menghadap Tuhanku terlebih dahulu.'" Apalagi yang dapat lebih membahagiakan seorang isteri, karena dalam sejumput episode tersebut terkumpul kasih sayang, kebersamaan, perhatian dan rasa hormat dari seorang suami, yang juga seorang utusan Allah.

Nabi Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam jugalah yang membikin khawatir hati Aisyah ketika menjelang subuh Aisyah tidak mendapati suaminya disampingnya. Aisyah keluar membuka pintu rumah. terkejut ia bukan kepalang, melihat suaminya tidur di depan pintu. Aisyah berkata, "Mengapa engkau tidur di sini?" Nabi Muhammmad menjawab, "Aku pulang sudah larut malam, aku khawatir mengganggu tidurmu sehingga aku tidak mengetuk pintu. itulah sebabnya aku tidur di depan pintu." Mari berkaca di diri kita masing-masing. Bagaimana perilaku kita terhadap isteri kita? Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam mengingatkan, "berhati-hatilah kamu terhadap isterimu, karena sungguh kamu akan ditanya di hari akhir tentangnya." Para sahabat pada masa Nabi memperlakukan isteri mereka dengan hormat, mereka takut kalau wahyu turun dan mengecam mereka.

Buat sahabat yang lain, fragmen yang paling indah ketika sahabat tersebut terlambat datang ke Majelis Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam. Tempat sudah penuh sesak. Ia minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tak ada yang mau memberinya tempat. Di tengah kebingungannya, Rasul sallAllahu 'alayhi wasallam memanggilnya. Rasul sallAllahu 'alayhi wasallam memintanya duduk di dekatnya. Tidak cukup dengan itu, Rasul sallAllahu 'alayhi wasallam pun melipat sorbannya lalu diberikan pada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat duduk. Sahabat tersebut dengan berlinangan air mata, menerima sorban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk akan tetapi malah mencium sorban Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam tersebut.

Senangkah kita kalau orang yang kita hormati, pemimpin yang kita junjung tiba-tiba melayani kita bahkan memberikan sorbannya untuk tempat alas duduk kita. Bukankah kalau mendapat kartu lebaran dari seorang pejabat saja kita sangat bersuka cita. Begitulah akhlak Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam, sebagai pemimpin ia ingin menyenangkan dan melayani bawahannya. Dan tengoklah diri kita. Kita adalah pemimpin, bahkan untuk lingkup paling kecil sekalipun, sudahkah kita meniru akhlak Rasul Yang Mulia.

Nabi Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam juga terkenal suka memuji sahabatnya. Kalau kita baca kitab-kitab hadis, kita akan kebingungan menentukan siapa sahabat yang paling utama. Terhadap Abu Bakar, Rasul sallAllahu 'alayhi wasallam selalu memujinya. Abu Bakar- lah yang menemani Rasul sallAllahu 'alayhi wasallam ketika hijrah. Abu Bakarlah yang diminta menjadi Imam ketika Rasul sallAllahu 'alayhi wasallam sakit. Tentang Umar, Rasul sallAllahu 'alayhi wasallam pernah berkata, "Syetan saja takut dengan Umar, bila Umar lewat jalan yang satu, maka Syetan lewat jalan yang lain." Dalam riwayat lain disebutkan, "Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam bermimpi meminum susu. Belum habis satu gelas, Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam memberikannya pada Umar yang meminumnya sampai habis. Para sahabat bertanya, Ya Rasul apa maksud (ta'wil) mimpimu itu? Rasul sallAllahu 'alayhi wasallam menjawab "ilmu pengetahuan."
Tentang Utsman, Rasul sallAllahu 'alayhi wasallam sangat menghargai Utsman karena itu Utsman menikahi dua putri Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam, hingga Utsman dijuluki Dzu an-Nurain (pemilik dua cahaya). Mengenai Ali, Rasul sallAllahu 'alayhi wasallam bukan saja menjadikannya ia menantu, tetapi banyak sekali riwayat yang menyebutkan keutamaan Ali. "Aku ini kota ilmu, dan Ali adalah pintunya." "Barang siapa membenci Ali, maka ia merupakan orang munafik."

Lihatlah diri kita sekarang. Bukankah jika ada seorang rekan yang punya sembilan kelebihan dan satu kekurangan, maka kita jauh lebih tertarik berjam-jam untuk membicarakan yang satu itu dan melupakan yang sembilan. Ah...ternyata kita belum suka memuji; kita masih suka mencela. Ternyata kita belum mengikuti sunnah Nabi.

Saya pernah mendengar ada seorang ulama yang mengatakan bahwa Allah pun sangat menghormati Nabi Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam. Buktinya, dalam Al-Qur'an Allah memanggil para Nabi dengan sebutan nama: Musa, Ayyub, Zakaria, dll. tetapi ketika memanggil Nabi Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam, Allah menyapanya dengan "Wahai Nabi". Ternyata Allah saja sangat menghormati beliau.

Para sahabat pun ditegur oleh Allah ketika mereka berlaku tak sopan pada Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam. Alkisah, rombongan Bani Tamim menghadap Rasul sallAllahu 'alayhi wasallam. Mereka ingin Rasul sallAllahu 'alayhi wasallam menunjuk pemimpin buat mereka. Sebelum Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam memutuskan siapa, Abu Bakar berkata: "Angkat Al-Qa'qa bin Ma'bad sebagai pemimpin." Kata Umar, "Tidak, angkatlah Al-Aqra' bin Habis." Abu Bakar berkata ke Umar, "Kamu hanya ingin membantah aku saja," Umar menjawab, "Aku tidak bermaksud membantahmu." Keduanya berbantahan sehingga suara mereka terdengar makin keras. Waktu itu turunlah ayat: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya. Takutlah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha Mendengar dan maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menaikkan suaramu di atas suara Nabi. janganlah kamu mengeraskan suara kamu dalam percakapan dengan dia seperti mengeraskan suara kamu ketika bercakap sesama kamu. Nanti hapus amal- amal kamu dan kamu tidak menyadarinya" (QS. Al-Hujurat 1-2)

Setelah mendengar teguran itu Abu Bakar berkata, "Ya Rasul Allah, demi Allah, sejak sekarang aku tidak akan berbicara denganmu kecuali seperti seorang saudara yang membisikkan rahasia." Umar juga berbicara kepada Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam dengan suara yang lembut. Bahkan konon kabarnya setelah peristiwa itu Umar banyak sekali bersedekah, karena takut amal yang lalu telah terhapus. Para sahabat Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam takut akan terhapus amal mereka karena melanggar etiket berhadapan dengan Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam.

Dalam satu kesempatan lain, ketika di Mekkah, Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam didatangi utusan pembesar Quraisy, Utbah bin Rabi'ah. Ia berkata pada Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam, "Wahai kemenakanku, kau datang membawa agama baru, apa yang sebetulnya kau kehendaki. Jika kau kehendaki harta, akan kami kumpulkan kekayaan kami, Jika Kau inginkan kemuliaan akan kami muliakan engkau. Jika ada sesuatu penyakit yang dideritamu, akan kami carikan obat. Jika kau inginkan kekuasaan, biar kami jadikan engkau penguasa kami"

Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam mendengar dengan sabar uraian tokoh musyrik ini. Tidak sekalipun beliau membantah atau memotong pembicaraannya. Ketika Utbah berhenti, Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam bertanya, "Sudah selesaikah, Ya Abal Walid?" "Sudah." kata Utbah. Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam membalas ucapan utbah dengan membaca surat Fushilat. Ketika sampai pada ayat sajdah, Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam pun bersujud. Sementara itu Utbah duduk mendengarkan Nabi sampai menyelesaikan bacaannya.

Peristiwa ini sudah lewat ratusan tahun lalu. Kita tidak heran bagaimana Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam dengan sabar mendengarkan pendapat dan usul Utbah, tokoh musyrik. Kita mengenal akhlak nabi dalam menghormati pendapat orang lain. Inilah akhlak Nabi dalam majelis ilmu. Yang menakjubkan sebenarnya adalah perilaku kita sekarang. Bahkan oleh si Utbbah, si musyrik, kita kalah. Utbah mau mendengarkan Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam dan menyuruh kaumnya membiarkan Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam berbicara. Jangankan mendengarkan pendapat orang kafir, kita bahkan tidak mau mendengarkan pendapat saudara kita sesama muslim. Dalam pengajian, suara pembicara kadang-kadang tertutup suara obrolan kita. Masya Allah!

Ketika Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam tiba di Madinah dalam episode hijrah, ada utusan kafir Mekkah yang meminta janji Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam bahwa Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam akan mengembalikan siapapun yang pergi ke Madinah setelah perginya Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam. Selang beberapa waktu kemudian. Seorang sahabat rupanya tertinggal di belakang Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam. Sahabat ini meninggalkan isterinya, anaknya dan hartanya. Dengan terengah-engah menembus padang pasir, akhirnya ia sampai di Madinah. Dengan perasaan haru ia segera menemui Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam dan melaporkan kedatangannya. Apa jawab Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam? "Kembalilah engkau ke Mekkah. Sungguh aku telah terikat perjanjian. Semoga Allah melindungimu." Sahabat ini menangis keras. Bagi Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam janji adalah suatu yang sangat agung. Meskipun Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam merasakan bagaimana besarnya pengorbanan sahabat ini untuk berhijrah, bagi Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam janji adalah janji; bahkan meskipun janji itu diucapkan kepada orang kafir. Bagaimana kita memandang harga suatu janji, merupakan salah satu bentuk jawaban bagaimana perilaku Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam telah menyerap di sanubari kita atau tidak.

Dalam suatu kesempatan menjelang akhir hayatnya, Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam berkata pada para sahabat, "Mungkin sebentar lagi Allah akan memanggilku, aku tak ingin di padang mahsyar nanti ada diantara kalian yang ingin menuntut balas karena perbuatanku pada kalian. Bila ada yang keberatan dengan perbuatanku pada kalian, ucapkanlah!" Sahabat yang lain terdiam, namun ada seorang sahabat yang tiba-tiba bangkit dan berkata, "Dahulu ketika engkau memeriksa barisan di saat ingin pergi perang, kau meluruskan posisi aku dengan tongkatmu. Aku tak tahu apakah engkau sengaja atau tidak, tapi aku ingin menuntut qishash hari ini." Para sahabat lain terpana, tidak menyangka ada yang berani berkata seperti itu. Kabarnya Umar langsung berdiri dan siap "membereskan" orang itu. Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam pun melarangnya. Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam pun menyuruh Bilal mengambil tongkat ke rumah beliau. Siti Aisyah yang berada di rumah Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam keheranan ketika Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam meminta tongkat. Setelah Bilal menjelaskan peristiwa yang terjadi, Aisyah pun semakin heran, mengapa ada sahabat yang berani berbuat senekad itu setelah semua yang Rasul sallAllahu 'alayhi wasallam berikan pada mereka.

Rasul memberikan tongkat tersebut pada sahabat itu seraya menyingkapkan bajunya, sehingga terlihatlah perut Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam. Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam berkata, "Lakukanlah!"

Detik-detik berikutnya menjadi sangat menegangkan. Tetapi terjadi suatu keanehan. Sahabat tersebut malah menciumi perut Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam dan memeluk Nabi seraya menangis, "Sungguh maksud tujuanku hanyalah untuk memelukmu dan merasakan kulitku bersentuhan dengan tubuhmu!. Aku ikhlas atas semua perilakumu wahai Rasulullah". Seketika itu juga terdengar ucapan, "Allahu Akbar" berkali-kali. Sahabat tersebut tahu, bahwa permintaan Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam itu tidak mungkin diucapkan kalau Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam tidak merasa bahwa ajalnya semakin dekat. Sahabat itu tahu bahwa saat perpisahan semakin dekat, ia ingin memeluk Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam sebelum Allah memanggil Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam ke hadirat-Nya.

Suatu pelajaran lagi buat kita. Menyakiti orang lain baik hati maupun badannya merupakan perbuatan yang amat tercela. Allah tidak akan memaafkan sebelum yang kita sakiti memaafkan kita. Rasul sallAllahu 'alayhi wasallam pun sangat hati-hati karena khawatir ada orang yang beliau sakiti. Khawatirkah kita bila ada orang yang kita sakiti menuntut balas nanti di padang Mahsyar di depan Hakim Yang Maha Agung ditengah miliaran umat manusia? Jangan-jangan kita menjadi orang yang muflis. Na'udzu billah.....

Nabi Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam ketika saat haji Wada', di padang Arafah yang terik, dalam keadaan sakit, masih menyempatkan diri berpidato. Di akhir pidatonya itu Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam dengan dibalut sorban dan tubuh yang menggigil berkata, "Nanti di hari pembalasan, kalian akan ditanya oleh Allah apa yang telah aku, sebagai Nabi, perbuat pada kalian. Jika kalian ditanya nanti, apa jawaban kalian?" Para sahabat terdiam dan mulai banyak yang meneteskan air mata. Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam melanjutkan, "Bukankah telah kujalani hari-hari bersama kalian dengan lapar, bukankah telah kutaruh beberapa batu diperutku karena menahan lapar bersama kalian, bukankah aku telah bersabar menghadapi kejahilan kalian, bukankah telah kusampaikan pada kalian wahyu dari Allah.....?" Untuk semua pertanyaan itu, para sahabat menjawab, "Benar ya Rasul!"

Rasul sallAllahu 'alayhi wasallam pun mendongakkan kepalanya ke atas, dan berkata, "Ya Allah saksikanlah...Ya Allah saksikanlah...Ya Allah saksikanlah!". Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam meminta kesaksian Allah bahwa Nabi telah menjalankan tugasnya. Di pengajian ini saya pun meminta Allah menyaksikan bahwa kita mencintai Rasulullah sallAllahu 'alayhi wasallam. "Ya Allah saksikanlah betapa kami mencintai Rasul-Mu, betapa kami sangat ingin bertemu dengan kekasih-Mu, betapa kami sangat ingin meniru semua perilakunya yang indah; semua budi pekertinya yang agung, betapa kami sangat ingin dibangkitkan nanti di padang Mahsyar bersama Nabiyullah Muhammad, betapa kami sangat ingin ditempatkan di dalam surga yang sama dengan surganya Nabi kami. Ya Allah saksikanlah...Ya Allah saksikanlah Ya Allah saksikanlah"


Catatan Kaki:
*)Nadirsyah Hosen Dewan Asaatiz Pesantren Virtual
Sumber: Swaramuslim

Air Kehidupan

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang
bincang di tepi sungai. Kata ayah kepada anaknya, “Lihatlah
anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air
kita semua akan mati.”

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengarkan
percakapan itu dari bawah permukaan air, ia mendadak
menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya
begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang
dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada
setiap ikan yang ditemuinya, “Hai, tahukah kamu dimana air?
Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air
kehidupan akan mati.”

Ternyata semua ikan tidak mengetahui dimana air itu, si
ikan kecil semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata
air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman,
kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal serupa,
“Dimanakah air?”

Jawab ikan sepuh, “Tak usah gelisah anakku, air itu telah
mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari
kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita akan mati.”

Apa arti cerita tersebut bagi kita. Manusia kadang-kadang
mengalami situasi seperti si ikan kecil, mencari kesana
kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang
menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya
sampai-sampai dia tidak menyadarinya.

Pendengar yang Baik


Umumnya kita lebih suka berbicara daripada mendengarkan. Namun orang lain membutuhkan kita tidak hanya sebagai pembicara, tapi juga sebagai pendengar.

Bila Anda ingin meningkatkan hubungan sosial Anda . Anda perlu belajar menjadi pendengar yg baik, karena dunia telah dipenuhi dengan para pendengar yang buruk.

Namun menjadi pendengar yg baik merupakan keahlian yang perlu dipelajari dan diperaktekkan secara terus menerus, untuk itulah tip ini dibuat hanya sekedar perenungan !

Jika Baginda Datang

Jika Nabi Muhammad datang ke rumahmu,
Untuk meluangkan waktu sehari dua hari bersamamu,
Tanpa kabar apa-apa sebelumnya,
Apakah yang akan kau lakukan untuknya?

Akankah kau sembunyikan buku duniamu,
Lalu kau keluarkan dengan cepat kitab hadits di rak buku?
Atau akankah kau sembunyikan majalah-majalahmu,
Dan kau hiasi mejamu dengan Qur’an yang telah berdebu?
Akankah kau masih melihat film X di TV,
Atau dengan cepat kau matikan sebelum dilihat Nabi?
Maukan kau mengajak Nabi berkunjung ke tempat yang biasa kau datangi,
Ataukah dengan cepat rencanamu kau ganti?
Akankah kau bahagia jika Nabi memperpanjang kunjungannya,
Atau kau malah tersiksa karena banyak yang harus kau sembunyikan darinya?

Jika Nabi Muhammad tiba-tiba ingin menyaksikan,
Akankah kau tetap mengerjakan pekerjaan yang sehari-hari biasa kau lakukan?
Akankah kau berkata-kata seperti apa yang sehari-hari kau katakan?
Akankah kau jalankan sewajarnya hidupmu seperti halnya jika Nabi tidak
kerumahmu?

Sangatlah menarik untuk tahu
Apa yang akan kau lakukan
Jika Nabi Muhammad datang, mengetuk pintu rumahmu.

Di Sebuah Malam

Tiap detik malam ini semakin membuatku sadar terhadap apa yang seharusnya kusadari. Menapikan jejakku yang hanya serpihan kecil di tengah padang ilalang.
Terlalu mikroskopis dibanding hegemoni semesta, sebuah tirani yang selama ini justru ter-tirani.
Ujung pulau Jawa bukan ujung segalanya.
Tapi sejauh mata memandang hanya tampak oasis ujung yang juga sedang mencari ujung.
Serpihan titik terang di kubah langit tampak anggun menjadi koreografi atap.
Mereka berkolaborasi menertawakan kita yang terlalu berfantasi hingga terlena dalam fana. Terlalu lemah di hadapan ombak yang tak pernah berhenti berlari, terus bergulung-gulung, dan saling berkejaran.
Meskipun pada akhirnya pecah dan terdispersi di bibir pantai, atau terhempas karang terjal yang secara de facto terjal yang menghadang dengan frontal.

Met Buka Tahun


Buka lembar baru,
cerita baru,
cinta yang lebih, kerinduan yang dalam,
dan kesungguhan hati
menghitung hari dengan bijaksana.

Dewasalah seperti padi
bertahanlah seperti rumput
sukacitalah seperti burung pipit
bekerjalah seperti semut.

Menjalani waktu bukan hanya untukmu
tapi untuk seisi bumi...

Indonesia dan Akhir Tahun 2008

Tak terasa perajalanan di tahun 2008 akan segera berakhir, kurang dari 24 jam lagi kita akan masuki tahun 2009. Seperti disetiap pergantian tahun selalu tak akan lepas dari telinga “tahun harapan”, dipenghujung tahun 2006, kita mendengar “songsong tahun 2007, tahun harapan”, demikian pula di penghujung tahun 2007, kita kembali disuguhkan “songsong tahun 2008, tahun harapan”, nah demikian pula menjelang tahun 2009, tadi pagi di salah satu stasiun tv swasta menyampaikan “kita songsong tahun 2009, tahun harapan”.

Memaknai “tahun harapan” ya mungkin sepantasnya kita menggantungkan harapan di tahun demi tahun untuk menuju ke arah yang lebih baik, lebih baik dan lebih baik lagi. Saya pun sempat terpikir apa yang menjadi harapan di tahun depan ya? Tidak butuh berpikir lama, sudah saya tentukan dan niatkan hingga menumbuhkan semangat baru untuk menyongsong tahun 2009 itu.

Saya yakin negara ini pun bisa berkaca dari perjalanan 2008 ini. Saya cenderung melihat apa yang terjadi disepanjang tahun 2008 ini, negara tercinta ini sibuk dengan tahun 2009 karena mengidam-idamkan pemimpin dan aparat pemerintahan baru, yang akan mengungsung bendera masing-masing diajang pemilu 2009. Setiap orang dengan cara dan jurus masing-masing mulai berusaha menarik simpati yang tentu saja selalu mengatasnamakan rakyat.

Yang menjadi pertanyaan saya, sebenarnya rakyat yang mereka wakilkan dan atasnamakan itu rakyat yang mana dan siapa ya ? Apakah berbeda persepsi mereka tentang “rakyat”? Mbok yo sekali-sekali mereka berbicara : “Rakyat adalah blablabla.. dan rakyat yang akan saya wakilkan adalah blablabla..” Kalau masing-masing dari mereka punya perbedaan penafsiran, mungkin bisa dicari benang merahnya. Tapi kalau secara persepsi sudah sama, ngapaian mereka harus mengungsung bendera yang berbeda untuk mengatasnamakan hal yang sama?

Apakah hal itu tidak menjadi suatu pemborosan? Pemborosan dalam arti sesungguh-sungguhnya yakni adalah pemborosan uang. Contoh sederhana kalau partainya gak lebih dari misalnya, tentu kertas suara yang bakal dicetak terjadi penghematan kan? gak perlu besar-besar, itu contoh sederhana saja lho ya.. Mungkin yang lain lebih banyak lagi.

Di penghujung tahun 2008 ini, banyak hal yang bisa jadi refleksi bersama tentang negeri Indonesia ini, masing-masing kita dapat melakukan refleksi bersama, hasilnya mungkin bisa kita sharingkan dengan orang sekitar.

Bagaimana Indonesia di akhir tahun ini ? mari kita saksikan berbagai macam evaluasi mereka di berbagai stasiun dan media pemberitaan.

Menurut hemat saya, Indonesia di tahun 2008 adalah Indonesia yang penuh dengan berbagai kepentingan. Baik kepentingan pribadi maupun golongan yang pada gilirannya adalah kepentingan yang selalu mengharapkan pamrih dari rakyat, yang mereka sendiri belum bisa mendefinisikan rakyat dengan jelas dan lugas.

Selamat tahun baru 2009.. do the best whatever you are..

Bila Cinta Bertasbih

Bila cinta datang
Burung-burung dara, riang senandungkan lagu
Bulir-bulir padi menguning terkelupas dari kulitnya
Para pujangga hikmat lantunkan sair-sair indah nan syahdu

Tunas-tunas cinta mengakar, membalut sakral amanat suci
Untaian tasbih, mengalun agungkan asma Illahi
Sunah rasul berpijar terang sinari istana hati
Merdu nan damai, dua tangan bertaut dalam ikrar dan janji …

Dengan ijin Tuhanmu,
Tuhan dari segala Tuhannya umat…
Disana…
Ditingginya langit, Ribuan malaikat sebagai saksi

Awal dibangunnya istana cinta…

Dengan keharuman taman martabatnya,
Cinta bertasbih alunkan janji hati
Biar saat subur merinai,
Atau bahkan kala tanah mengering ara,

Disanalah hakikat insan diuji
dalam mengemban amanat suci,
hingga rumah kau rasakan sebagai istana cintamu
dalam keutuhan ikrar cinta sehidup semati.

Selamat Tahun Baru 1430 Hijriyah!

Kalender Islam mulai selesai maghrib memasuki babak baru. Selepas adzan maghrib tanggal 28 Desember 2008 ini, kita sudah memasuki tahun baru dan meninggalkan kenangan tahun 1429 hijriyah. Tidak ada hitungan mundur, tiupan terompet, pesta kembang api, gemuruh suara musik dlsb, bahkan serbuan sms pun tidak terjadi. Gue yakin traffic sending sms pada hari ini tidak sesemarak dan segegapgempita pada ketika tahun baru Masehi lalu atau juga tahun baru Imlek yad.

Tahun baru islam memang tidak dirayakan seperti tahun baru yang lain. Kenapa? Memang ‘gak nyambung’ kalo tahun baru hijriyah disambutnya dengan panggung musik di Monas seperti 8 hari yang lewat, yang konon dihadiri sedikitnya 2 juta orang -versi Indosiar- atau 3 juta menurut versi harian Kompas. Tahun baru Islam selayaknya diisi dengan bermuhasabah [menimbang dan menghitung perilaku], introspeksi atas segala yang telah kita lakukan setahun lewat untuk menjadi panduan menapaki tahun baru. Apa yang baik itulah yang perlu diteruskan dan ditingkatkan, yang buruk harus ditinggalkan dan segera minta maaf dan bertobat. Galibnya seperti penamaan dan penetapan tahun, Hijriyah mengacu pada peristiwa hijrahnya Rasululloh صل الله عليه وسلم Umar bin khotthob ra. mengambil momen bersejarah yang paling menentukan hidup-matinya Islam sebagai awal penanggalan Islam. Maka dikenallah sekarang dengan nama kalender hijriyah yang artinya kalender yang diawali dengan tahun hijrahnya Rasululloh صل الله عليه وسلم

Tahun baru kita bukan diawali dengan kelahiran Nabi Muhammad صل الله عليه وسلم , bukan pula dari tahun pernikahannya, bahkan tidak dihitung bertepatan dengan pecahnya perang Badar yang sangat melegenda itu. Tapi justru dihitung sejak hijrahnya Rasululloh صل الله عليه وسلم dari Makkah ke Madinah. Spirit ini yang semestinya senantiasa melandasi gerak kita menyongsong tahun yang baru ini. Hijrah dari dari segala yang tidak baik menuju kebaikan. Transformasi dari segala kejahilan menuju pemahaman dan tindakan yang benar. Menanggalkan kesombongan dan kemaksiatan menuju tawadhu dan ketaatan.

Mudah untuk ditulis dan diucapkan, namun sulit untuk dijalankan. Selamat tahun baru Hijriyah 1 Muharram 1430 H. Semoga tahun ini membawa keberkahan dan kesuksesan dunia akhirat. Amien

Do’a Akhir Tahun

Allah SWT berselawat ke atas penghulu kami Muhammad SAW, ahli keluarga dan sahabat-sahabat baginda dan kesejahteraan ke atas mereka.

Wahai Tuhan, apa yang telah aku lakukan dalam tahun ini daripada perkara-perkara yang Engkau tegah daripada aku melakukannya dan aku belum bertaubat daripadanya. Sedangkan Engkau tidak redha dan tidak melupakannya. Dan aku telah melakukannya di dalam keadaan di mana Engkau berupaya untuk menghukumku, tetapi Engkau mengilhamkanku dengan taubat selepas keberanianku melakukan dosa-dosa itu semuanya. Sesungguhnya aku memohon keampunanMu, maka ampunilah aku. Dan tidaklah aku melakukan yang demikian daripada apa yang Engkau redhainya dan Engkau menjanjikanku dengan pahala atas yang sedemikian itu. Maka aku memohon kepadaMu.

Wahai Tuhan! Wahai yang Maha Pemurah! Wahai Yang Maha Agung dan wahai Yang Maha Mulia agar Engkau menerima taubat itu dariku dan janganlah Engkau menghampakan harapanku kepadaMu Wahai Yang Maha Pemurah. Dan Allah berselawat ke atas penghulu kami Muhammad, ke atas ahli keluarga dan sahabat-sahabatnya dan mengurniakan kesejahteraan ke atas mereka.

Do’a Awal Tahun

Allah SWT berselawat ke atas penghulu kami Muhammad SAW, ahli keluarga dan sahabat-sahabat baginda dan kesejahteraan ke atas mereka.

Wahai Tuhan, Engkaulah yang kekal abadi, yang qadim. yang awal dan ke atas kelebihanMu yang besar dan kemurahanMu yang melimpah dan ini adalah tahun baru yang telah muncul di hadapan kami. Kami memohon pemeliharaan dariMu di sepanjang tahun ini dari syaitan dan pembantu-pembantunya dan tentera-tenteranya dan juga pertolongan terhadap diri yang diperintahkan melakukan kejahatan dan usaha yang mendekatkanku kepadaMu Wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia.

Wahai Tuhan Yang Maha pengasih dari mereka yang mengasihi dan Allah berselawat ke atas penghulu kami Muhammad. Nabi yang ummi dan ke atas ahli keluarga dan sahabat-sahabatnya dan kesejahteraan ke atas mereka.

kupu dan Bunga


Once there were was a man who asked Allah
for a flower and a butterfly
But instead Allah gave him a cactus and a caterpillar

The man was sad, he didn’t understand why his request was mistaken
Then he thought: Oh well, Allah has too many people to care for
And he decided not to question.

Seorang lelaki berdoa kepada Allah
agar diberikan bunga dan kupu-kupu
Namun Allah memberikannya kaktus dan ulat

Lelaki ini sedih, tidak faham mengapa pemberian-Nya
berbeda dari permintaannya
Kemuadian dia berfikir: Allah memiliki begitu banyak ummat untuk diurusi
Kemudian dia memutuskan untuk tidak mempersoalkannya.

After sometime, the man went to check up on his request
That he had left forgotten

To his surprise, from the thorny and ugly cactus,
a beautiful flower had grown
And the unsightly carterpillar had been transformed into
the most beautiful butterfly

Selepas beberapa waktu, lelaki ini memikirkan semula
permohonan doanya yang telah lama dilupakannya.

Lelaki ini amat terperanjat
ketika melihat dari pokok kaktus yang buruk dan berduri itu
tumbuh bunga yang cantik.

Dan dari ulat yang terselubung,
telah bertukar menjadi kupu-kupu yang cantik…

Allah always does things right!
His way is always the best way
Even if to us it seems all wrong

If you asked Allah for one thing and received another, TRUST .
You can be sure that He will always give you what you need at the appropriate time

What you want is not always what you need!
Allah never fails to grant our petitions,
So keep on going for Him without doubting or murmuring
Today’s THORN is tomorrow’s FLOWER!

Allah gives the very best to those who leave the choices up to Him.

Allah selalu melakukan semua perkara dengan benar!
Cara Allah selalu cara yang terbaik,
walaupun di mata manusia tampak salah.

Jika anda memohon sesuatu dan menerima yang lain dari Allah, percayalah..
Allah senantiasa memberikan apa yang dipinta pada waktu yang sesuai.

Apa yang anda pinta tidak selalu apa yang anda butuhkan!
Allah tidak akan gagal memenuhi permintaan,
teruskan berdoa tanpa ragu dan mengeluh.
Duri hari ini bisa jadi bunga di hari esok!

Allah memberikan pilihan terbaik kepada mereka yang menyerahkan ketentuan kepada-Nya.